Menelisik Bagaimana Bisnis Qnet Menurut Islam Secara Cermat

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun penghasilan utama. Biasanya seseorang akan mencari pekerjaan yang sesuai atau pekerjaan tambahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan namun tidak sedikit orang yang akhirnya bergabung dengan MLM atau multi lever marketing. MLM bekerja dengan merekrut anggota baru dan jika seseorang dapat merekrut anggota baru tersebut, ia berhak mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi atau naik peringkat. Salah satu MLM yang ada di Indonesia yaitu QNET. Akan tetapi, bisnis ini memperoleh banyak pro kontra dan tidak sedikit yang meragukan bisnis QNET menurut Islam, haramkah atau halalkah.

Dikenal dengan nama QNET International Ltd yang berdiri di tahun 1998 di British Virgin Islan tersebut telah diakui oleh PBB dan masuk ke 200 negara termasuk Indonesia. Pada awalnya, MLM QNET yang masuk ke Indonesia berdasarkan pada SK Menteri Hukum dan Ham R1 yaitu No. C-26819/HT/01.01.Th.2005, menyatakan jika perusahaan tersebut adalah legal sedangkan menurut NU DKI Jakarta berdasarkan pada SK Forum Batshul Masail menyatakan jika PT. QNET Indonesia adalah perusahaan yang sah dan halal.

Pada awalnya, perusahaan ini berjalan dengan lancar dan memiliki banyak anggota. Akan tetapi, banyak kasus yang ditemukan dan perusahaan ini terindikasi melakukan penipuan. Di tahun 2013, kurang lebih 200 anggota dari MLM Qnet melaporkan ke polisi di Banyuwangi atas dugaan penipuan dari bisnis MLM tersebut dengan kerugian korban yang disinyalir mencapai Rp 1.6 milyar.

Kerugian dari dugaan penipuan tersebut dihitung mulai dari biaya untuk pendaftaran anggota Qnet yaitu antara Rp 7 juta-Rp 10 juta per orang berdasarkan pada Rdi Suprapto selaku wakil pelapor. Anggota yang ada wajib mencari 6 orang untuk bergabung dan setiap orang dapat memberikan anggota tambahan Rp 2,5 juta per bulan. Namun tidak hanya ditipu karena anggota tidak juga menerima Rp 2,5 juta per bulan dan mobil, produk seperti Bio-Disc, Chi-pendanr dan E-guard tidak memberikan efek atau khasiat.

Tidak hanya terjadi di Banyuwangi, namun juga di Riau. Ustadz Abdurrahman selaku Ketua Komisi Fatwa MUI di tahun 2014 mengatakan jika bisnis MLM QNET tersebut terindikasi haram karena tidak memenuhi persyaratan MLM halal yang ditetapkan MUI Pusat. Setelah dilakukan pengkajian mulai dari dokumen kontrak atau surat pernyataan peserta dari MLM QNET tersebut yang dijadikan barang bukti, sistem yang dipergunakan oleh MLM tersebut mengandung unsur penipuan dan memiliki potensi yang tinggi yang dapat merugikan salah satu pihak serta tidak adanya kejelasan. Anggota harus membayar sejumlah uang tunai untuk produk yang ingin dibeli namun barang diterima berbulan-bulan setelahnya. Walau salah satu pemegang lisensi QNET Indonesia yaitu Fery Wibowo yang mengatakan jika bisnis tersebut resmi dan halal dan mengancam mempidanakan pihak yang merugikan, namun bisnis QNET menurut Islam terindikasi kuat Haram.

Kita tentunya bertanya-tanya mengenai bagaimana bisnis Qnet menurut Islam yang merupakan jenis usaha menjual produk tertentu. Namun kemudian sang penjual juga memiliki kemungkinan berpenghasilan tambahan dengan merekrut member baru. Sekilas bisnis Qnet memang serupa dengan MLM atau Multi Level Marketing yang mengenal istilah Downline dan Upline. Meski merupakan jenis bisnis baru di tanah air namun sudah mendapatkan animo yang besar dari masyarakat. Terlebih dengan berkembangnya dunia virtual membuat perkembangannya kian pesat.

Namun, sebagai pemeluk agama Islam yang taat sudah semestinya dalam memilih dan memilah bidang usaha yang ingin digarap. Terlebih dahulu mempertimbangkan beberapa hal, termasuk Qnet di dalamnya, pertimbangan yang dimaksud meliputi:

  1. Latar belakang bisnis Qnet,

Sebelum terjun bebas dalam dunia bisnis Qnet, terlebih dahulu Kita pahami dulu apa itu Qnet, bagaimana sistem usahanya, dan bagaimana tata kelola keuangan usahanya. Semua usaha sejatinya mampu memberikan penghasilan dalam skala jumlah dana yang berbeda-beda. Namun dalam Islam membahas lebih rinci sebab pengelolaan yang dibutuhkan tidak hanya cermat namun sesuai dengan syariah.

  1. Produk seperti apakah yang hendak dijual,

Menjual produk jika ingin aman dunia dan akhirat maka pertimbangkan apa itu yang dijual, halal atau haramkah? Sebab nantinya akan memberikan pengaruh cukup luas, tidak sekedar menjualnya dan mendapatkan profit darinya saja. Nantinya produk tersebut akan digunakan oleh banyak orang, maka usahakan memilih produk yang memang bermanfaat. Kemudian terbuat dari bahan-bahan yang tidak diragukan kehalalalannya agar ke depan tidak berujung pada masalah agama maupun pada masalah kesehatan. Berhati-hati dalam meneliti produk yang dijual lebih penting ketimbang sekedar memilih produk dari brand yang sudah tenar duluan.

  1. Sistem kerja dari Qnet tersebut,

Kemudian menjadi pembahasan yang layak diperhatikan dengan seksama, yakni perihal sistem kerja dari bisnis Qnet yang akan diambil. Semisal modal usaha yang diperlukan sebab sebuah usaha meski skala kecil tetap akan membutuhkan modal. Kemudian lihat pula bagaimana skala profit yang bisa diperoleh, jika terlihat dan memang tidak masuk akal karena berlebihan. Pelajari lebih dalam mengenai detail produk tersebut dari manfaat, kuantitas, dan sebagainya. Jika keuntungan tersebut memang tepat tidak menjadi pilihan keliru jika menekuninya.

Menjalankan bisnis di bidang apapun menjadi sebuah kebutuhan untuk mampu mendapatkan penghasilan sebagai sarana memenuhi kebutuhan. Namun jenis usaha, cara pengelolaan, jenis produk, dan transparansi lainnya perlu diketahui dengan baik. Sebab bisnis yang menguntungkan sejatinya tidak hanya memberikan profit materi namun juga berupa tabungan di akhirat kelak. Memperhatikan point bisnis Qnet menurut Islam menjadi jalan memiliki hidup yang nyaman. Sebab Syariat sebenarnya tidak pernah menyulitkan siapa pun yang mencoba menjalankannya namun justru sebaliknya.

Related Posts

Got Something To Say:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*